Jakartai – Yayasan Pelestarian Budaya Betawi (YPBB) akan menggelar sebuah event budaya kuliner bertajuk “Betawi Food Festival 2025” , yang akan berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Acara ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kekayaan kuliner tradisional Betawi yang semakin langka dan terancam punah.
Dalam festival ini, YPBB menampilkan lebih dari 100 jenis makanan dan minuman khas Betawi , termasuk beberapa menu langka yang sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari modern, seperti Ketupat Babanci, Sayur Besan, Laksa, Gabus Pucung, Soto Betawi, Bir Pletok dll.
Festival Kuliner Sebagai Wadah Pelestarian Budaya
Ketua Yayasan Pelestarian Budaya Betawi, Bang Davi, menjelaskan bahwa festival ini bukan hanya sekadar ajang jual-beli makanan, tetapi juga bagian dari edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya melestarikan warisan budaya lewat lidah.
“Kuliner adalah cermin identitas budaya. Melalui makanan, kita bisa mengenal sejarah, adat, dan nilai-nilai luhur nenek moyang. Dengan digelarnya Betawi Food Festival 2025, kami ingin membangkitkan kembali rasa dan makna di balik setiap hidangan Betawi,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor YPBB, Selasa (26/5).
Ragam Kegiatan Pendukung
Selain pameran dan penjualan kuliner otentik Betawi, pengunjung juga dapat menikmati rangkaian acara menarik lainnya, seperti:
- Demo masak bersama juru masak tradisional Betawi
- Lomba memasak khas Betawi untuk umum
- Pementasan kesenian daerah seperti Tanjidor, Gambang Kromong, dan Lenong
- Workshop pembuatan makanan tradisional Betawi
- Bazaar kerajinan tangan dan fashion bernuansa Betawi
Harapan Munculnya UMKM Baru
YPBB juga berharap melalui festival ini lahir peluang ekonomi baru bagi warga Betawi dengan munculnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang fokus pada kuliner tradisional. Beberapa peserta UKM lokal telah dipilih langsung dari komunitas Betawi di Jakarta Pusat.
“Kami tidak hanya ingin melestarikan, tapi juga memberdayakan. Kami percaya, jika dirawat dengan baik, kuliner Betawi bisa menjadi daya tarik wisata dan sumber pendapatan masyarakat,” tambah Bang Davii.
Gratis Masuk untuk Umum
Menariknya, panitia membuka akses gratis untuk seluruh pengunjung selama acara berlangsung. Namun, tiket khusus akan disediakan untuk kegiatan workshop dan demo masak agar tetap tertib dan nyaman.
Bagi masyarakat yang ingin ikut serta sebagai pedagang atau peserta workshop, informasi lengkap bisa diakses melalui website resmi www.pelestarianbudayabetawi.com atau media sosial @BudayaBetawiOfficial.

